Tampilkan postingan dengan label mentoring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mentoring. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 07, 2009

Kita Semua Adalah Bintang!

Kita Semua Adalah Bintang!

Assalamualaikum Wr.Wb.

Dear all,

Pada malam di bulan Ramadhan itu secara tidak sengaja aku lihat tayangan TV acara pemilihan Da’i cilik. Subhanallah... aku tak mampu memberi komentar. Begitu hafalnya, cerdasnya, lugunya, dan apa lagi ya? Mereka semua ruaaarrrr biasa. Sungguh tepat Bunda Neno Warisman bernyanyi : “ Semua Anak Adalah Bintang... “

Aku terhenyak, di satu sisi bangga dengan mereka, di sisi lain aku melihat diriku sendiri yang begitu minimnya sehingga rasanya mengingat Surat Al-‘Ashr yang menyatakan kerugian bagi manusia, paling-paling aku hanya dapat lulus agar tidak rugi jadi manusia. Mudah-mudahan nilainya A meski tidak A plus. (Eh nggak boleh bilang nilainya gak cukup walau memang demikian, nanti ditulis malaikat gimana. Mau berapa mau bagaimana, itu urusan yang menilailah.)

Waktu aku pulang kampung musim haji, kumpul teman cerita ini itu sampai ke keajaiban-keajaiban yang terjadi sekitar haji.

Teman yang satu yang satu bilang, ada ustad di kampungnya yang tiap malam shalat malam meminta bisa berangkat haji walau beliau tidak mampu. Eh satu waktu ada yang tidak dikenal datang ke kampungnya mencari-cari ustad yang bernama anu dan dia memberikan uang sebanyak ongkos naik haji. Ceriteranya orang kaya tsb. bermimpi sampai 3 kali berturut-turut. Dalam mimpinya beliau didatangi seseorang yang memerintahkan supaya menemui si anu alamatnya di anu dan berikan ongkos untuk naik haji. Tidak diceritakan bagaimana perilaku orang kaya tsb sehari-harinya yang nyata beliau memberi ongkos haji kepada ustad anu yang diinformasikan dalam mimpinya, entah dermawan ataupun ketakutan, positive thinking sajalah, tetapi ya hanya ongkos saja. Sang ustad menyampaikan masalahnya kepada jamaahnya bahwa ongkos sudah ada yang memberi namun nafkah untuk keluarganya beliau tidak ada, jadi bagaimana? Singkat kata para jamaah mendorong sang ustad berangkat dan urusan keluarga beliau jadi tanggungan jamaah.

Yang lain berkomentar bahwa dibilang ajaib ya iya dibilang biasa, ya mimpi yang serupa agar ini itu dan terjadi berturut-turut juga beberapa kali pernah terjadi, apalagi orang meminta terus-menerus, guru agama lagi, wajarlah Tuhan yang Maha Penyayang memberi karunia.

Teman yang satu bilang, di kampungnya musim haji itu bapak anu dapat surat ternyata isinya check sebesar ongkos haji dengan keterangan; Ini untuk naik haji dari seseorang yang pernah dapat petunjuk dari bapak. Ketika check tsb ditanyakan ke bank yang mengeluarkan chek – bank yang hanya beberapa blok dari tempat berbincang, dikatakan benar itu asli dan bisa diuangkan, walau tidak bisa disebutkan dari mana or siapa pemilik account check.

Bapak tersebut bingung, heran dan juga orang-orang lain di kampung yang tahu berita itu. Masalahnya sang bapak merasa ajaib dapat kiriman dari yang tidak dikenal dan lebih-lebih beliau tidak bisa menduga dari siapa. Bapak itu bukan guru, bukan ustad, bukan motivator ataupun konsultan, sungguh-sungguh just ordinary people – orang yang biasa saja- sehingga beliau tidak merasa pernah memberi petunjuk apapun kepada siapapun.

Tak banyak komentar saat itu , hanya dibilang yang memberi itu pasti orang baik dan mendapat kebaikan sehingga ketika sukses beliau tidak lupa dengan yang memberi petunjuk.

Setelah seorang diri aku merenung, seseorang yang katakanlah biasa saja – tidak super - tidak istimewa- bisa menjadi sangat istimewa bagi seseorang, menjadi hero, superman, bahkan tanpa orang tsb mengetahuinya.

Subhanallah, Astagfirullah, ya Allah aku mohon ampun kepadaMu, aku lupa bukankah Engkau sendiri telah memuliakan manusia? Engkau telah memerintahkan untuk saling menasihati dengan yang haq, saling mengingatkan untuk tetap bershabar? Bahkan bila dilakukan perintahmu dengan ikhlas tentunya maka kita bukan hanya super, bukan hanya pahlawan bagi seseorang namun kita adalah bintang gemintang, kru terbaik – the best bagi umat manusia? Ya Allah aku mohon ampun, tetap sayangi daku, bimbinglah, bantulah agar bahteraku lebih dekat dengan tujuan.

Oiii teman-teman ..., Dia – Pencipta bintang-bintang dan Penguasa lautan bilang kita adalah bintang-bintang, kita adalah kru bahtera terbaik – the best of all. Oiii teman-teman..., Mari kita upayakan kita mampu demikian. Okey ? Yes!


Wassalam,
Ordinary Sailor



“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS Bani Israil -70)

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali Imran – 110)

Kita Perwira Navigasi

Kita Perwira Navigasi
Menentukan Posisi - Membuat Garis Haluan

Assalamualaikum Wr. Wb
Dear all,

Sore itu pulang dari kantor aku duduk menunggu nasi goreng pesananku di Mie Aceh langgananku. Masakan dari keluarga pengusaha warung makanan ini memang luar biasa. Aku tak tahu apakah aku ini Aceh mania karena banyak hal yang berkesan tentang Aceh sehingga masakannya enak-enak di lidahku atau memang benar demikian. Mungkin yang kutemui pas yang istimewa termasuk istimewanya ibu-ibu di Ladong, Banda Aceh, yang menyediakan makanan ketika aku tugas ke sana. Bayangkan (anda bayangkan saja karena akulah yang menikmatinya) 9 hari tiap hari makan ikan itu-itu juga dengan “hanya”berubah cara masak dan ternyata aku mau tak mau ingin dan harus menikmatinya karena memang enak, menarik, tak dapat ditinggalkan. Subhanallah.. Allah telah menundukkan lautan dan membuat ikannya segar untuk dimakan. Dan bagiku ini terbukti di Aceh.Terima kasih Bapak - Ibu Teuku Muda.

Sambil menunggu kubaca majalah Saksi edisi lama yang tergeletak di meja, rupanya itu edisi mengenang Ust Rahmat Abdullah. Aku hanya sempat baca beberapa tulisan, namun itupun cukup membuatku teringat guruku yang lain, Capt.HR Soebekti tentang navigasi – Ilmu Pelayaran dan Pak Soeyanto dosen Biologi Laut. (maafkan saya banyak nakal waktu bapak piket).

Masih terngiang di telingaku; maksud dan tujuan Ilmu Pelayaran adalah 1. Menentukan tempat di mana kapal berada di bumi 2. Mencari jalan mana kapal tiba di tempat tujuan dengan aman. Bla bla bla.

Aku ikuti uraian Ust. Rahmat dengan imajinasiku sendiri. Saat itu di pantai ada ikan-ikan di ember yang diisi air, apa yang dipikirkan dan dilakukan 5 makhluk yang ada di situ? Seekor kucing berpikir dan berusaha memakannya dengan diam-diam mencuri mengendap-endap, seorang anak kecil main-main dengan ikan itu sampai dia merasa bosan, seorang nelayan berpikir bagaimana dia dapat keuntungan dengan ikan itu apakah diolah ataupun langsung dijual. Guru perikanan berpikir ini akan jadi alat peraganya atau bahan ajarnya. Seorang Ketua Program Sekolah atau Universitas atau pimpinan departemen akan berpikir bagaimana mendidik bangsa ini makan ikan, menangkapnya, dengan cara apa, siapa yang mampu mengajar, bagaimana kurikulumnya dst.dst.
Sedang Sang Pencipta alam semesta termasuk makhluk-makhluk tadi- sudah berfirman : “Aku akan menjadikan manusia menjadi khalifah di muka bumi ...” bahkan Yang Menciptakan sendiri menyatakan :” sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam ....”

By the way, posisi kita dimana ya dan mau kemana? Apakah seperti hewan kucing itu, atau anak kecil yang pikirannya main-main saja, atau manusia yang berpikir untuk mencari hidup, atau yang mengajar di bidangnya saja, atau ketua program yang membangun peradaban? .....jadi khalifah yang mulia atau atau khalifah yang merusak, seperti hewan? ....

Mari kita tentukan posisi kita di bumi- bergaul dengan manusia-, kemudian bikin garis haluan menuju tujuan. Kita jadi Mualim Dua – sang Navigator, Perwira Navigasi.

Terimakasih guru-guruku, engkau adalah bintang-bintangku.

Wassalam,
Ordinary Sailor


“Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” (QS An-Nahl - 14)

“Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS Al-Baqarah – 30)

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (QS Bani Israil – 70)

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS Al-A’raaf -179)